Valentina || 705130080
Analisis Film The Three Faces of
Eve
The Three Faces of Eve merupakan salah
satu film yang diadaptasi dari kasus nyata yang ditulis dalam sebuah buku
psikiatri Corbett H. Thigpen dan Hervey M. Cleckley. Film yang di sutradarai
oleh Nunnally Jhonson ini menceritakan mengenai kisah nyata dari Chris Costner
Sizemore yang merupakan seorang pasien dengan multiple personality atau lebih dikenal dengan DID (Dissociative Identity Disorder). Pada
kesempatan ini, saya akan menganalisa kasus DID yang dialami Chris melalui
peran yang dimainkan oleh Joanne Woodward dalam film The three Faces of Eve.
Pada buku Brain and Behavior: An
Introduce to Biological Psychology, Garret menyatakan bahwa seseorang dengan
DID akan melakukan peralihan kepribadian pada consciousness dengan merubah prilakunya. Sebagaimana gambaran yang
terlihat pada diri Eve White yang datang menemui psikiatrinya, Eve White yang
merupakan kepribadian yang tenang dan pemalu seketika berubah menjadi Eve Black
dengan kepribadian yang lebih bersemangat dan terlihat nakal, serta munculnya
identitas kepribadian lainnya yang dinamakan jane pada sesi konsultasi
selanjutnya.
Menurut DSM IV TR seorang pasien dengan
DID memiliki kriteria sebagai berikut: (a) memiliki dua atau lebih kepribadian
atau identitas, (b) Sekurang-kurangnya dua kepribadian mengendalikan perilaku
secara berulang, (c) ketidakmampuan mengingat informasi pribadi yang penting.
Pada film Three faces of Eve diceritakan bahwa Eve White dan Eve Black sering
kali muncul bergantian dan mendominasi tubuh Eve. Selain itu Eve White juga
tidak pernah menyadari keberadaan Eve Black sampai ia memutuskan untuk
melakukan konsultasi dan ternyata munculah Eve black yang mengetahui eksistensi
Eve White dan kemudian munculah Jane yang merupakan identitas lain tanpa
kenangan masa lalu namun menyadari eksistensi kedua Eve pada dirinya.
Kemunculan identitas-identitas tersebut
tidak secara bersamaan, melainkan mendominasi di suatu waktu tertentu dan
sering kali identitas lainnya tidak mengenali atau tidak memiliki ingatan atas
identitas lainnya. Seperti Eve White yang tidak mengetahui apa yang diperbuat
Eve Black atas dirinya. Serta Eve White dan Eve Black yang tidak menyadari
adanya identitas lainnya yang lebih tenang dan stabil bernamakan Jane.
Dale & others (2009) yang dikutip dalam King menyatakan bahwa DID
merupakan suatu kondisi satu identitas akan terlihat mendominasi disuatu waktu
tertentu dan identitas lain akan datang diwaktu lainnya dan hal tersebut
terjadi pada satu tubuh yang sama dan sering kali identitas-identitas tersebut
tidak memiliki ingatan atas identitas lainnya.
Menurut Scrappo yang dikutip dalam Davison,
G.C., et all dalam buku Psikologi
Abnormal, DID biasanya disertai dengan sakit kepala, penyalahgunaan zat, fobia,
halusinasi, upaya bunuh diri, disfungsi seksual, prilaku melukai diri sendiri
dan juga simtom-simtom disosiatif lain seperti amnesia dan depersonalisasi.
Layaknya yang diceritakan film ini, tokoh Eve White sering kali mengeluh mengalami
sakit kepala yang sangat hebat dan juga identitas Jane yang tidak memiliki
ingatan masa lalunya sehingga hal tersebut menegaskan bahwa prilaku tersebut
merupakan sebagian dari simtom-simtom DID yang sering terjadi.
Davison, G.C., et all (2006) mengungkapkan bahwa DID disebabkan oleh suatu
kenangan traumatik yang dilupakan atau didissosiasikan yang akhirnya membentuk
suatu identitas baru untuk mengatasi trauma tersebut. Sementara Akyuz dan Dogan
(2007) yang dikutip dalam King menyatakan jika DID disebabkan karena kekerasan
fisik ataupun pelecehan sexual yang dialami pada masa kanak-kanak.
Sosok Jane yang tiba-tiba mengingat
kejadian masa kanak-kanaknya pada salah satu waktu konseling menceritakan bahwa
pada waktu kecil saat menghadiri upacara pemakaman neneknya, ibunya memaksa ia
untuk menyentuh jenazah neneknya untuk terakhir kalinya. Jane yang memang
memiliki ketakutan terhadap prilaku neneknya akhirnya menangis dan menjerit
ketakutan dan hal tersebut menimpulkan trauma yang mendalam dan ia berusaha
menekan ingatan tersebut kedalam alam bawah sadarnya untuk dilupakan. Pada sesi
konseling tersebut Jane menceritakan bahwa mulai sejak saat itu ia merasakan
ada yang berbeda dalam dirinya dan ia berhasil menemukan kepingan kejadian yang
menjadi faktor ia mengalami multiple
identity ini.
Selain memberikan gambaran mengenai
ciri-ciri Dissociative Identity Disorder film
The Three Faces of Eve juga memnerikan gambaran treatment yang digunakan terapis dalam menangani DID. Pada buku
Psikologi Abnormal, Davison, G.C., et all
menuliskan bahwa treatment treatment yang
sering kali digunakan untuk menangani kasus DID adalah terapi psikoanalisis.
Terapi psikoanalis merupakan terapi yang berpusat pada diri pasien dan
berhubungan dengan kejadian-kejadian yang pernah dialami pasien. Seperti yang
dilakukan oleh terapis Eve yang melakukan hipnotis pada diri Eve untuk mencari
tahu masa lalu Eve hingga ia berhasil mengetahui menemukan kejadian traumatik
yang menjadi faktor munculnya DID pada dirinya.



